Thursday, 11 Jun 2026 | WIB
Z
<

7 Gejala Hipertensi yang Kerap Diabaikan, Nyeri Dada dan Sesak Napas Harus Diwaspadai

Reporter: Takar Praguna.SIkom Editor: Administrator 26 May 2026 18:01 WIB
7 Gejala Hipertensi yang Kerap Diabaikan, Nyeri Dada dan Sesak Napas Harus Diwaspadai

MENAKAR.COM – Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki sebagai silent killer karena kerap berkembang tanpa gejala yang jelas. Banyak penderita merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal tekanan darah sudah berada pada level berbahaya.

Tak sedikit kasus hipertensi baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan rutin atau setelah muncul komplikasi serius. Padahal, tubuh sebenarnya telah memberikan berbagai sinyal peringatan sejak awal.

Sayangnya, gejala tersebut sering dianggap sebagai kelelahan biasa, kurang istirahat, atau efek stres sehari-hari. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda hipertensi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Berikut tujuh gejala hipertensi yang perlu diwaspadai:

1. Sakit Kepala Berat Saat Pagi Hari

Bangun tidur dengan kepala terasa berat atau seperti tertekan bisa menjadi salah satu tanda tekanan darah meningkat.

Sakit kepala akibat hipertensi umumnya terasa lebih kuat dibandingkan pusing biasa akibat kurang tidur atau kelelahan. Keluhan ini sering muncul pada pagi hari saat tekanan darah berada dalam kondisi tinggi.

Jika sakit kepala terjadi berulang, terasa berat, atau disertai penglihatan kabur, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena bisa berkaitan dengan gangguan pembuluh darah di otak.

2. Penglihatan Mendadak Buram

Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi kesehatan mata. Lonjakan tekanan darah berisiko merusak pembuluh darah kecil di retina yang berfungsi menangkap cahaya.

Akibatnya, penglihatan menjadi kabur, sulit fokus, atau muncul bayangan samar. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi.

Bila tidak ditangani, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan penglihatan permanen.

3. Mimisan dan Jantung Berdebar

Mimisan memang dapat dipicu udara kering atau iritasi hidung. Namun tekanan darah yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di area hidung.

Selain itu, sebagian penderita hipertensi merasakan jantung berdetak lebih cepat atau tidak teratur. Sensasinya bisa berupa dada bergetar, denyut terasa hingga ke leher, atau rasa tidak nyaman di dada akibat jantung bekerja lebih keras.

4. Dada Nyeri dan Mudah Sesak Napas

Hipertensi yang berlangsung lama membuat jantung dipaksa bekerja ekstra untuk memompa darah.

Kondisi tersebut lama-kelamaan dapat menurunkan kemampuan jantung dalam mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Akibatnya, penderita mulai merasakan dada tertekan, nyeri, atau mudah sesak napas meski hanya melakukan aktivitas ringan.

Gejala ini perlu segera diperiksakan, terutama bila muncul mendadak atau semakin sering terjadi.

5. Telinga Berdenging

Suara berdenging atau berdesis di telinga ternyata juga bisa berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Kondisi yang dikenal sebagai tinnitus ini diduga muncul akibat perubahan aliran darah di sekitar telinga.

Jika telinga berdenging terjadi berulang tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan tekanan darah sebaiknya segera dilakukan.

6. Tubuh Cepat Lelah dan Sulit Konsentrasi

Pada sebagian orang, gejala hipertensi muncul secara samar seperti tubuh terasa lemas terus-menerus meski sudah cukup beristirahat.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat mengganggu aliran oksigen menuju otak. Dampaknya, penderita bisa mengalami kelelahan berlebihan, sulit fokus, mudah lupa, hingga mengalami brain fog atau pikiran terasa berkabut.

7. Wajah Memerah dan Muncul Bercak Merah di Mata

Perubahan fisik tertentu juga dapat menjadi tanda hipertensi. Wajah yang mendadak tampak merah terjadi akibat pelebaran pembuluh darah di area wajah karena tekanan darah meningkat.

Selain itu, sebagian orang mengalami bercak merah pada bagian putih mata akibat pecahnya pembuluh darah kecil.

Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan, terutama bila disertai sakit kepala hebat atau jantung berdebar.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi tersebut sejak dini.

Bagikan: