Thursday, 11 Jun 2026 | WIB
Z
<

YouTube Kini Tandai Video Buatan AI Secara Otomatis, Penonton Bisa Langsung Tahu Konten Asli atau Rekayasa

Reporter: Bayu Setya Editor: Takar Praguna.SIkom 27 May 2026 14:52 WIB
YouTube Kini Tandai Video Buatan AI Secara Otomatis, Penonton Bisa Langsung Tahu Konten Asli atau Rekayasa

MENAKAR.COM – Platform video terbesar dunia, YouTube, resmi memperketat transparansi konten berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mulai pekan ini, YouTube akan menampilkan label khusus secara otomatis pada video yang terdeteksi menggunakan AI fotorealistik secara signifikan.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu penonton mengetahui apakah sebuah video dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi AI, terutama konten yang terlihat sangat realistis dan berpotensi menyesatkan publik.

Dalam pengumuman resminya, YouTube menyebut perubahan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi terhadap konten AI generatif yang semakin masif di platform digital.

β€œKami terus mendengar dari komunitas bahwa mereka menghargai transparansi terkait konten AI generatif. Perubahan ini dirancang untuk menyeimbangkan transparansi dengan kontrol kreator,” tulis YouTube dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, sejak 2024 YouTube telah meminta kreator mengungkapkan secara manual jika video mereka menggunakan teknologi AI realistis. Namun kini sistem baru akan bekerja secara otomatis apabila pendeteksi internal platform menemukan penggunaan AI fotorealistik dalam sebuah video.

BACA JUGA

Artinya, meskipun kreator tidak memberikan pengakuan, sistem YouTube tetap dapat menambahkan label AI secara otomatis pada konten tertentu.

Label tersebut nantinya akan tampil lebih mencolok dibanding sebelumnya. Untuk video panjang, tanda AI akan muncul tepat di bawah pemutar video dan di atas kolom deskripsi. Sedangkan pada YouTube Shorts, label akan tampil langsung sebagai overlay di layar video.

YouTube menjelaskan tujuan utama pembaruan ini adalah memberikan konteks cepat kepada penonton.

β€œJika terlihat nyata tetapi dibuat menggunakan AI, penonton harus langsung mengetahuinya,” ujar Kepala Editorial dan Penghubung Kreator YouTube, Rene Ritchie.

Ia juga menegaskan label AI tidak memengaruhi sistem rekomendasi maupun monetisasi video di platform tersebut.

β€œLabel ini murni untuk memberikan informasi yang tepat kepada penonton pada waktu yang tepat,” katanya.

Dalam kebijakan baru itu, kreator tetap diberi hak mengajukan perubahan apabila merasa videonya salah ditandai sebagai konten AI melalui fitur YouTube Studio.

Namun, YouTube menegaskan terdapat beberapa kondisi di mana label AI tidak dapat dihapus, terutama untuk video yang dibuat menggunakan alat AI resmi milik YouTube seperti Veo dan Dream Screen, maupun video yang memiliki metadata C2PA yang menunjukkan konten sepenuhnya dihasilkan AI.

Selain memperketat pelabelan video AI, YouTube juga memperluas program pendeteksi kemiripan wajah berbasis AI bagi para kreator berusia di atas 18 tahun.

Program tersebut memungkinkan kreator mendeteksi apabila wajah atau identitas mereka digunakan secara sintetis dalam video AI tanpa izin. Jika ditemukan pelanggaran, kreator dapat langsung meminta penghapusan konten melalui sistem YouTube Studio.

Langkah terbaru YouTube ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penyalahgunaan AI generatif, mulai dari video palsu (deepfake), manipulasi informasi, penipuan digital, hingga penyebaran hoaks yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.

Banyak pihak menilai kebijakan transparansi AI menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik di era ledakan teknologi kecerdasan buatan.

Di sisi lain, perkembangan AI generatif juga terus mendorong perubahan besar dalam industri kreatif digital, termasuk produksi video, animasi, musik, hingga media sosial yang kini semakin dipenuhi konten berbasis kecerdasan buatan.

BACA JUGA
Bagikan: