Monday, 02 Nov 2026 | WIB

Mahasiswa Magister Administrasi Publik Unsri Kunjungi Kanwil BPN Sumsel, Bahas Kompleksitas Persoalan Pertanahan

Reporter: Topan Prakasa Editor: Bayu Setya 03 Sep 2026 09:27 WIB
Mahasiswa Magister Administrasi Publik Unsri Kunjungi Kanwil BPN Sumsel, Bahas Kompleksitas Persoalan Pertanahan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., QRMO., QCRO., CODP., C.Med

PALEMBANG, MENAKAR.COM - Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan Ir. Rahmat, A.Ptnh., M.M., QRMO., QCRO., CODP., C.Med., bersama jajaran menerima kunjungan mahasiswa Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sriwijaya di Aula Kanwil BPN Sumsel, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Sriwijaya. Kegiatan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di bidang pertanahan dan tata ruang.

Mahasiswa Diajak Melihat Persoalan Pertanahan dari Lapangan

Dalam pertemuan tersebut, Ir. Rahmat memberikan gambaran mengenai kondisi pertanahan di Provinsi Sumatera Selatan.

Pembahasan tidak hanya berkutat pada administrasi pertanahan dan sertipikasi tanah, tetapi juga mencakup berbagai isu yang berkembang serta tantangan dalam pengelolaan pertanahan di wilayah Sumatera Selatan.

BACA JUGA

Materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa urusan pertanahan memiliki cakupan yang luas dan berkaitan dengan berbagai kepentingan pembangunan.

Dalam diskusi, persoalan pertanahan dipandang memiliki keterkaitan dengan sejumlah sektor, mulai dari pembangunan, investasi, tata ruang, kepentingan masyarakat hingga kepastian hukum atas tanah.

Kompleksitas tersebut membuat pengelolaan pertanahan membutuhkan koordinasi dan pemahaman terhadap berbagai aspek yang saling berkaitan.

Bagi mahasiswa administrasi publik, pembahasan tersebut menjadi pengalaman akademik untuk memahami bagaimana kebijakan dan pelayanan pemerintahan di bidang pertanahan dijalankan dalam konteks nyata.

Para mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Ketertarikan tersebut terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama pembahasan.

Diskusi berlangsung dua arah dengan membahas persoalan dan tantangan pertanahan yang berkembang di Sumatera Selatan.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan penyelenggara pemerintahan di bidang pertanahan.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi dari lingkungan akademik, tetapi juga memperoleh gambaran langsung mengenai dinamika penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan pertanahan di lapangan.

BACA JUGA
Bagikan: