Rupiah Babak Belur! Dolar AS Sentuh Rp18.200 di Bank, Ini Daftar Pergerakan Kurs Hari Ini
EKONOMI, MENAKAR.COM -JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di bawah tekanan menjelang perdagangan Jumat (10/7/2026). Sejumlah bank nasional telah menyesuaikan kurs jual dolar AS hingga menyentuh kisaran Rp18.200 per dolar AS, seiring pelemahan rupiah di pasar valuta asing.
Berdasarkan perkembangan pasar, rupiah sempat bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS pada awal perdagangan. Sementara pada penutupan perdagangan Kamis (9/7/2026), mata uang Garuda ditutup di level sekitar Rp18.114 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan yang telah terjadi sejak pertengahan pekan.
Kenaikan nilai tukar dolar tersebut diikuti penyesuaian kurs jual dan beli oleh sejumlah perbankan nasional. Perbedaan spread antara kurs beli dan kurs jual menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum melakukan transaksi valuta asing.
Salah satu bank yang telah memperbarui kursnya adalah BCA. Berdasarkan pembaruan terakhir pada Kamis (9/7), kurs e-Rate dolar AS berada di kisaran Rp18.080 untuk kurs beli dan Rp18.100 untuk kurs jual. Sementara untuk transaksi bank notes, kurs jual tercatat sekitar Rp18.130 per dolar AS.
Di sejumlah bank lainnya, kurs jual dolar juga telah bergerak mendekati bahkan menyentuh kisaran Rp18.200, menyesuaikan dinamika pasar dan kebutuhan likuiditas masing-masing bank.
Analis menilai penguatan dolar AS dipengaruhi sentimen global, termasuk tingginya permintaan aset berdenominasi dolar serta kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi internasional. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Bagi masyarakat yang berencana membeli maupun menjual dolar AS, disarankan membandingkan kurs antarbank karena selisih harga dapat memengaruhi nilai transaksi, terutama dalam nominal besar.
Pelaku usaha yang memiliki kewajiban pembayaran impor maupun masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri juga diimbau memantau perkembangan nilai tukar secara berkala agar dapat menentukan waktu transaksi yang lebih efisien.
BACA JUGA
Pergerakan dolar AS terhadap rupiah memang masih berada dalam tren menguat. Pada perdagangan Kamis (9/7), rupiah ditutup di kisaran Rp18.114 per dolar AS, sedangkan pada Jumat (10/7) sejumlah bank nasional telah menaikkan kurs jual dolar hingga sekitar Rp18.200–Rp18.220 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan rupiah di pasar.
Berikut gambaran kurs dolar AS di beberapa acuan yang tersedia:
Acuan USD Beli USD Jual
Kurs transaksi Bank Indonesia (acuan) Bervariasi sesuai transaksi Data
harian tersedia di BI
Kurs pajak & bea masuk (Kemenkeu, 8–14 Juli 2026) Rp17.934 Bukan kurs transaksi bank
Contoh kurs Bank BTN (uang kertas) Rp17.920 Rp18.220
Mengapa kurs bank bisa mencapai Rp18.200?
Ada beberapa faktor:
Rupiah masih berada dalam tekanan akibat kuatnya dolar AS di pasar global.
Bank menetapkan kurs jual lebih tinggi dibanding kurs pasar sebagai bagian dari spread transaksi.
Setiap bank memiliki kebijakan spread yang berbeda sehingga harga jual dolar tidak sama.
Apa artinya bagi masyarakat?
Jika membeli dolar, Anda akan menggunakan kurs jual bank yang saat ini berada di kisaran Rp18.200.
Jika menjual dolar ke bank, bank akan menggunakan kurs beli yang lebih rendah, umumnya masih berada di kisaran Rp17.900-an hingga Rp18.000 tergantung bank dan jenis transaksi.
Sejak Mei hingga Juli 2026, rupiah memang berada di bawah tekanan sehingga Bank Indonesia telah beberapa kali mengambil langkah stabilisasi, termasuk menaikkan suku bunga acuan dan melakukan intervensi di pasar valas.